Skip to content

Zenwalk :: Simplicity, Speed and Stability

5 June 2007

Tidak terlalu berlebih jika saya mengatakan bahwa distro ini memang seperti yang saya tulis pada judul diatas. Pengalaman saya dari mulai installasi sampai dengan menjalankan aplikasi memang terasa aura linux yang cepat dan stabil. Namun begitu bukan berarti zenwalk dengan XCFE desktopnya ini tidak memiliki kekurangan. Berikut Goods and Lacks yang mungkin dapat membantu Anda dalam mempertimbangkan untuk menggunakan distro turunan slackware ini.
Perlu dicatat bahwa review ini hanya berdasarkan pengalaman saya melakukan installasi dan menggunakan Zenwalk.

GOODS :

1. Installasi yang sederhana.

Saya mencoba melakukan installasi pada salah satu Harddisk saya dan mendedikasikan seluruh hardisk tsb untuk installasi zenwalk. Hanya yang perlu diperhatikan bahwa kernel zenwalk tidak lagi mengidentifikasi harddrive dengan nama hda1, hda2, hdb dsb pada kebanyakan distro lain namun default diset ke sata. So it would be sda1, sda2 dst.
Kecuali itu, saya sendiri tidak perlu mencari artikel terlebih dahulu bagaimana melakukan installasinya karena simple dengan penjelasan yang tidak bertele pada saat intallasi. Very Clear.

2. Requirement Hardware yang tidak terlalu tinggi
Saya mencoba menggunakan zenwalk di beberapa hardware yang berbeda, satu dengan spec AMD Athlon 3.2 GHz (Overclock dari 2,5 Ghz) dengan DDR 512 MB. Amazing speed…seperti spec untuk XP tapi menjalankan windows 98.
Sebagai contoh OpenOffice dibuka hanya 2-3 detik, ketika menggunakan OpenSuSE bisa 4-5 detik (tanpa quick starter). Booting mulai grub sampai muncul desktop bisa mencapai 40-45 detik, sementara OpenSuSE sektitar 45 detik. AbiWord dan Gnumeric ? ah…it’s flash, tidak terasa loadingnya😀. Juga aplikasi yang berat seperti GIMP pun takes only a few secs.
Spec selanjutnya menggunakan P3 1,1 GHZ. Ya berbeda jauh dibanding spec yang pertama, namun response aplikasi terasa masih jauh lebih baik dibanding ketika masih menggunakan OpenSUSE atau bahkan Mandriva yang jauh lebih lambat.
Spec terakhir dicoba di pentium 800, ternyata masih cepat juga. Response timenya masih dahsyat.

3. Deteksi Network Printer
Network printer akan secara otomatis terdeteksi dan terinstall. Yang kita lakukan cukup mengeset salah satu printer saja sebagai printer default.

4. Dukungan Package
Jika membutuhkan software tertentu atau mungkin update paket terbaru, bisa mencari diwebsite ‘bapaknya’ yaitu slackware atau ‘bekas adiknya’ KateOS. Dengan ekstensi paket .tgz, proses installasi cukup click kanan pada file tsb di thunar window manager (seperti konqueror di KDE atau nautilus di Gnome), lalu pilih install. Simple.

5. Themeable
Desktop XFCE dengan GTK Toolkit ternyata support dengan theme. Go to XFCE-LOOK and change your desktop interface ! You’ll gonna love playing around with.

6. Hanya 1 CD
Installasi zenwalk cukup dengan 1 CD saja dengan paket aplikasi bawaan yang cukup lengkap untuk pengguna biasa. Mulai aplikasi Browsing (Firefox), Chat (gaim), Office (Abiword + Gnumeric) sampai dengan music player.

BADS / LACKS

1. Dependency dalam Installasi Paket
Bagian ini bikin ABCD (Aduh bo capee deeh), karena dengan 1 CD tidak mungkin seluruh library yang dibutuhkan oleh kebanyakan aplikasi linux ada di sana semua. So, jika Anda ingin melakukan installasi paket aplikasi, maka pastikan Packet-paket yang terkait untuk menjalankan aplikasi yang akan Anda download juga (kalo ada). Pengalaman saya banyak harus mencari single file (biasanya library ekstensi .so kecuali ada bundle paket librarynya) yang harus di google then install, run dari konsole..check apa file yang kurang..download lagi, looping terus sampe program jalan…doh !

Eh, This thing means you have to got a good internet connection for downloading lots of packages !

Menurut informasi untuk memudahkan installasi zenwalk menggunakan program netpkg, dimana pada saat installasi maka dependency akan otomatis dihandle semua tanpa perlu pusing lagi, but since i’m online behind proxy and no option for setting it up in netpkg, i never use it😦

2. Tidak menyertakan paket OpenOffice
Sangat disayangkan bahwa aplikasi openoffice tidak disertakan dalam CD. Cukup beralasan juga, mengingat tampaknya zenwalk memang didesain untuk optimal dihardware yang relatif rendah, maka aplikasi berat dan berukuran besar jadi tidak dimasukkan. Bagi kebanyakan dari kita yang terbiasa dengan aplikasi office seperti ms office, maka langkanya paket ini merupakan lack karena again kita harus download file installernya sebesar moreless 140MB (versi 2.2.0).

3. GRUB
Setting GRUB untuk dual atau triple boot terasa sulit. Pada saat installasi, tampaknya zenwalk agak ‘hawek / serakah’ dimana hanya zenwalk saja yang boleh ada dalam list grub. Distro Fedore dan IGOS di PC teman saya ternyata tidak terdeteksi otomatis dan masuk dalam daftar GRUB yang diset zenwalk ini.

4. Koneksi YP/NIS
Installasi tidak menyediakan konfigurasi untuk login via NIS. Even panel manager sendiri tidak ada, kecuali setting standard network saja. Everything about this should be set manually. Tetew !

KESIMPULAN

Kesimpulan dari goods and bads diatas menurut saya bahwa zenwalk sangat cocok untuk end user biasa dan tidak neko-neko dengan kebutuhan paket aplikasi. Suitable juga buat yang ingin migrasi dari windows namun ingin menghemat/menekan cost dengan tidak mengeluarkan budget yang besar untuk mengupgrade pcnya.

Bagi developer atau advance linuxer, mungkin distro ini akan menjadi tantangan karena masih banyak hal yang harus dilakukan secara manual dsb. But one thing, sampai sekarang saya belum pernah sukses menginstall JavaBeans (ekstensi .bin) !
Try it, really strange when you install it, failed without informative error message.

Oke Semoga membantu !

2 Comments leave one →
  1. 30 June 2007 8:57 pm

    salam kenal juga mas,
    zenwalk memang dioptimasi utk pc dengan spek rendah.
    mesin pertama saya adalah pentium 3, 866 mhz dengan ram 128mb dan zenwalk berjalan dengan mulus.

    OpenOffice?
    Ah, aplikasi super berat yang bisa dibilang ngga ada gunanya buat saya he.he. Mentok2nya klo butuh program utk buka file dari Ms. Office kan udah ada abiword ama gnumeric.

    maaf mas, mungkin maksud anda Lilo ya? soalnya zenwalk yg saya pake menggunakan lilo, bukan grub.

  2. Arjan permalink
    12 September 2007 9:54 am

    Tah geuningan aya Cimahi’s Open Source IT Consultant euy🙂

    great blog! keep it cum-in🙂 kumaha “Baby Project” ? kabar2inya kalau udah instantiate _CevariefClass anak = new _CevariefClass(Cevarief, Cevarief’s Wife, other_param);

    btw about Linux OS distro, tolong cobain itu dong bos 3D Desktop nya linux (XGL??) nah terus kasih di blog ini ya hehehe…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: